15 Artis Cantik Berjulukan Ratu Sinetron Tahun 90-an


BeritaTerkini - Siapa aktris yang pantas dijuluki ratu sinetron Indonesia? Saat ini mungkin ada Nikita Willy, Citra Kirana, Chelsea Olivia, atau Natasha Wilona yang wajahnya kerap wira-wiri di layar kaca tanah air.

Dahulu, nama-nama seperti Desy Ratnasari dan Jihan Fahira sempat menjadi ratu di layar kaca. Kontrak eksklusif dari rumah produksi membuat posisi mereka sebagai bintang utama sinetron tak tergoyahkan. Beberapa judul sinetronnya pun masih melekat di ingatan pemirsa.

 

1. Desy Ratnasari




Sejak tampil sebagai Astuti di sinetron Jendela Rumah Kita (1989) yang tayang di TVRI, nama Desy Ratnasari terus melejit. Baik sebagai aktris film maupun sinetron.

Setelah menjadi si lugu Halimah di Sengsara Membawa Nikmat yang diangkat dari novel klasik karya Tulis Sutan Sati, Desy langsung membintangi sinetron-sinetron komersil di RCTI dan SCTV, antara lain Pelangi di Hatiku (1992), Bunga-Bunga Kehidupan (1993), Buku Harian (1994), Desy (1994), Saat Memberi Saat Menerima (1995), Anakku Terlahir Kembali (1996), Takdir (1998), Melati (1998), dan Cinta (1999).

Saking populernya sebagai bintang sinetron, Desy pun ditawari menjadi penyanyi, pembawa acara, dan mendapat kontrak sebagai brand ambassador merek sabun eksklusif.

 

2. Jihan Fahira



Pesinetron Jihan Fahira mungkin paling diingat publik karena perannya di sinetron Tersayang bersama Anjasmara. Juga sebagai Indah, menggantikan Lulu Tobing di Tersanjung. Namun aktris berdarah Sunda ini sebenarnya membintangi beberapa sinetron di tahun 90-an, antara lain Melati (1998), Doaku Harapanku (1998), dan Pena Asmara (1999).

Jihan sudah terjun ke dunia hiburan sejak usia 3 tahun. Saat itu dia membintangi iklan susu formula untuk balita. Setelah menjadi finalis GADIS Sampul, tawaran sebagai bintang iklan dan artis sinetron terus berdatangan kepadanya.

 

3. Paramitha Rusady


Jika dibandingkan artis-artis cantik lain, mungkin karir Pramitha Rusady termasuk yang paling bersinar. Pasalnya adik Ully Sigar ini sudah terkenal sebagai bintang film, sinetron, dan penyanyi sejak tahun 80-an sampai pertengahan 2000-an.

Beberapa judul sinetronnya yang paling diingat publik adalah Hati Seluas Samudera (1993), Untukmu Segalanya (1994 & 1996), Simphony Dua Hati (1995), Halimun (1995), Janjiku (1997), Karmila (1998), Jangan Rebut Suamiku (1998), dan Permataku (1998).


4. Elma Theana


Karir Elma Theana di dunia hiburan dimulai dari iklan televisi untuk produk tablet vitamin C. Namun darah seni memang mengalir di dalam darahnya. Sang ibu, Wati Siregar adalah seorang aktris yang berkarya di tahun 1970-an hingga 1980-an.

Setelah tampil di sinetron Toyib Minta Kawin, Elma pun mendapat peran-peran yang lebih menonjol di Saat Memberi Saat Menerima (1995) bareng Desy Ratnasari, Flamboyan 108 (1995), Indahnya Rembulan Teriknya Matahari (1997), Bunga Sutra (1997), dan Kasih di Persimpangan (1998).


5. Tamara Bleszynzki


Karir Tamara Bleszynski dimulai sebagai model. Dia ditemukan sutradara Jay Subijakto dan lantas diajak menjadi model. Sejak itu namanya terus melejit hingga menjadi salah satu model termahal tanah air.

Tak cukup sampai di situ, Tamara pun mulai kebanjiran tawaran main sinetron. Rupanya wajah blasteran yang dia dapat dari darah Polandia sang ayah sangat disukai pecinta sinetron. Apalagi akting Tamara juga dinilai bagus.

Debut sinetron lewat Shangrilla Extra (1996), Tamara pun menambah daftar protofolionya dengan Anakku Terlahir Kembali (1996), Perjalanan (1997), Asmara (1997) bersama Dicky Wahyudi, dan tiga season Doa Membawa Berkah bareng Anjasmara.


6. Dian Nitami


Sama seperti Paramitha Rusady, sebenarnya nama Dian Nitami juga sudah cukup dikenal sejak tahun 1980-an, tetapi lewat layar lebar. Aktris berdarah Jawa dan Jepang itu lantas merambah dunia sinetron. Belasan sinetron sudah dibintanginya sepanjang tahun 90-an. Beberapa di antaranya bersama sang suami, Anjasmara. Keduanya memang dianggap sebagai pasangan artis paling ideal pada masa itu.


7. Ayu Azhari


Aktris Ayu Azhari awalnya cukup sering main film panas di tahun 80-an, sebelum akhirnya melejit di Catatan Si Boy (1987) dan Pacar Ketinggalan Kereta (1988).

Dunia sinetron pun berhasil dimasukinya dengan mulus. Mungkin publik masih ingat dengan sinetronnya yang paling ikonis di tahun 90-an, yaitu Noktah Merah Perkawinan (1996), Selalu Untuk Selamanya, dan Istri Pilihan.

Selain aktingnya di sinetron, kehidupan Ayu dan kedua saudaranya juga kerap menjadi sorotan infotainment. Bisa dikatakan Azhari bersaudara saat itu sama sensasionalnya dengan keluarga Kardashian.


8. Lulu Tobing


Aktris berdarah Batak dengan wajah manis, Lulu Tobing sebenarnya termasuk jarang mengumbar detail kehidupan pribadi. Namun itu tak membuat pamornya sebagai artis sinetron terpopuler di tahun 90-an berkurang.

Lulu sukses membintangi sinetron Bunga Sutra, Cintaku Di Kampus Biru, Tersanjung, Abad 21, Harga Diri, dan Dia. Walaupun begitu dia sempat memilih mundur dari karir keartisan sejak dinikahi Danny Rukmana, anggota keluarga Cendana.

Terakhir, Lulu membintangi Dua Garis Biru (2019). Namanya sempat mencuat lagi setelah publik mencium pernikahan keduanya dengan seorang pengusaha.


9. Tia Ivanka


Artia Dewi Siregar atau Tia Ivanka, aktris kelahiran Medan yang juga sempat populer sebagai pemain sinetron di tahun 90-an. Paling diingat publik karena perannya sebagai Mbak Yulfani di sinetron Tuyul dan Mbak Yul bareng Onny Syahrial.

Tia juga membintangi New Pondok Indah (1997), Darah dan Cinta (1998), Opera Sabun Mandi (1999), Istri-Istri (1998), Hari Berganti Hari (1998), dan Panji Manusia Millenium (1999).


10. Nafa Urbach


Paras blasteran tampaknya memang selalu laris manis di dunia sinetron tanah air. Pantas jika Nafa Urbach yang berdarah Jawa, Belanda, Jerman, dan Yahudi bisa mendapat kontrak eksklusif dari rumah produksi.

Sebenarnya Nafa mengawali karir sebagai penyanyi. Pencipta lagu slow rock tenar, Deddy Dores sempat menggadang-gadang dirinya sebagai pengganti mendiang Nike Ardilla. Namun belakangan Nafa justru keasyikan main sinetron. Beberapa judul sinetronnya yang sukses di tahun 90-an adalah deru Debu, Bidadari yang Terluka, Takdir, Pertalian, dan Permataku.


11. Inneke Koesherawati


Inneke juga termasuk bintang film panas yang terjun ke dunia sinetron di tahun 90-an. Karirnya sebagai bintang sinetron melejit berkat judul-judul seperti Mutiara Cinta, Jalan Kehidupan, Saat Aku Mencintaimu, Kipas-Kipas Asmara, Melangkah di Atas Awan, Sebening Air Mata, dan Setangkai Bunga Mawar.

Inneke memutuskan untuk berhijrah dengan memakai hijab di tahun 2001. Saat itu tak banyak artis tenar yang berani mengambil langkah seperti dirinya. Namun nyatanya tawaran main sinetron dan membintangi iklan masih berdatangan kepadanya.


12. Devy Permatasari


Aktris kelahiran Palembang, Devy Permatasari juga menjadi salah satu ratu sinetron tanah air di tahun 90-an. Namanya mulai dikenal sejak membintangi sinetron Tirai Sutra (1996).

Senandung, Cinta Berkalang Noda, Menjemput Impian, Anak-anakku Sayang, Akhir Sebuah Impian, Benih-Benih Cinta, Singgasana Brahma Kumbara, Dua Dunia, Sebuah Permintaan, Belenggu Kasih dan Jacky adalah judul-judul sinetron sukses lain yang dia bintangi. Saat itu Devy juga dikenal karena kesukaannya memakai wig di sinetron.


13. Marini Zumarnis


Sinetron bernuansa intrik bisnis, Shangrilla (1996) sempat menjadi pintu pembuka popularitas bagi Marini Zumarnis. Selanjutnya aktris cantik ini membintangi Senja Makin Merah, Asmara, Bukan Basa-Basi, Bukan Perempuan Biasa, Selangkah Demi Selangkah, Kenangan Manis, dan Doa Membawa Berkah. Namun tampaknya pemirsa sinetron paling ingat dirinya sebagai Ibu Peri, menggantikan Ayu Azhari di Bidadari.


14. Maudy Koesnaedi


Siapa yang tak ingat peran Zaenab di Si Doel Anak Sekolahan? Meskipun sebelumnya sudah pernah tampil di sinetron lain, judul itulah yang benar-benar mengangkat nama Maudy Koesnaedi sebagai pesinetron sukses.

Mantan juara Abang None Jakarta ini kemudian identik dengan peran-peran melankolis, seperti yang dimainkannya di sinetron Getar Dawai Hati, Jangan Ucapkan Cinta, Janji Hati, dan Camelia. Saat ini Maudy masih aktif sebagai aktris, namun lebih banyak terlibat di film layar lebar.


15. Dina Lorenza


 

Terakhir ada Dina Lorenza yang benar-benar melejit lewat perannya sebagai Bulan di sinetron Gerhana. Dina juga membintangi Mutiara Cinta, Darah dan Cinta 2, Tirai Kasih Yang Terkoyak, Hati Yang Terpilih, dan Gerhana.

Itulah deretan artis cantik tanah air yang sempat dikenal sebagai ratu sinetron Indonesia. Mana yang sempat menjadi idola Anda?

 

 

 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama