Miris! Cerita Haru Ortu Jemput Anak Yang Ditahan Karena Demo Tolak UU Ciptaker


 beritviral-Puluhan orang tua mendatangi Polrestabes Surabaya sejak pagi. Mereka menjemput anak-anak mereka yang sempat diamankan dan ditahan oleh polisi pada saat demo tolak UU Ciptaker kemarin.

Para orang tersebut harus ekstra sabar untuk bertemu dengan anaknya. Meski menunggu sejak pagi di luar gerbang Polrestabes Surabaya, baru siang hari, sekitar pukul 14.00 WIB, mereka bisa masuk setelah dipanggil oleh petugas penjagaan.

Para orang tua itu terlihat membawa akta, kartu keluarga, dan persyaratan lainnya yang dibutuhkan. Setelah didata dan membuat surat keterangan, para orang tua diperbolehkan membawa pulang anak-anaknya.

Salah satunya Suliati warga Karang Tembok, Semampir. Perempuan 43 tahun ituterlihat berkaca-kaca setelah bertemu anaknya dan membawanya pulang.

Suliati mengatakan tadi malam dia mengaku mendatangi Polrestabes Surabaya hingga dini hari. Ia ingin mendapatkan kejelasan apakah anaknya berada di Polrestabes Surabaya atau tidak. Sebab sebelumnya ada yang memberi kabar jika anaknya diamankan di Polrestabes Surabaya.

"Ada yang ngabari, ada temannya yang sempat lolos (dari petugas). Ada yang ngabari, terus saya langsung lari ke sini (Polrestabes Surabaya). Nyampai di sini nggak boleh diambil. Nunggu proses katanya. Tapi kita namanya orang tua kan nggak enak, kita nunggu disini sampai jam 2 pagi. Tetap nggak boleh masuk, teman wartawan nggak boleh masuk, LBH nggak boleh masuk. Maksud saya ingin menjelaskan anak saya benar-benar di sini atau nggak. Iya jam 2 pulang karena diusir," ungkap Suliati kepada detikcom, Jumat (9/10/2020).

"Semua ibu-ibu juga di sini, karena belum ada kejelasan," lanjut Suliati.

Suliati yang saat itu menjemput anaknya bersama suaminya mengaku jika anaknya diamankan polisi bersama 8 temannya di warung kopi di Jalan Rajawali, Surabaya.

"Awalnya ya diajak teman," ujar Suliati.

Hal sama disampaikan Qoiriyah (52), warga Karang Tembok, Semampir yang juga terlihat menangis usai menjemput anaknya di Polrestabes Surabaya. Qoiriyah mengaku usai pulang sekolah, anaknya kemudian mengambil pakaian dan pamit ngopi bersama temannya.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama