Bupati Mimika Jadi Tersangka Penyebaran Video Mesum


 Jakarta -Bupati Mimika Eltinus Omaleng (EO) ditetapkan jadi tersangka kasus dugaan penyebaran video mesum yang melibatkan seorang mantan anggota DPRD setempat. Kuasa hukum Bupati Mimika, Anthon Raharusun, mengatakan kliennya tidak bermaksud menyebarkan.

"Penetapan tersangka sekarang ini, itu kan jadi ranah kewenangan dari penyidik Polda ya. Jadi artinya dengan penetapan tersangka itu saya pikir pasti pihak kepolisian atau penyidik itu tentu memiliki bukti-bukti yang cukup. Itu ranah kewenangan mereka," kata kuasa Anthon Raharusun saat dihubungi, Rabu (14/10/2020)

Menurut Anthon, kasus ini tidak perlu dibesarkan. Sebab, katanya, kliennya mengirim video itu guna mencari kebenaran sebagai kepala daerah.

"Sebab, apa yang dilakukan bupati, itu terkait beredarnya video mesum itu, adalah dalam rangka melakukan klarifikasi dan meminta penjelasan dari pihak lain mengenai kebenaran dari konten video itu," ujarnya.

Tahap satu

Ahmad menambahkan, sebelumnya penyidik Ditkrimsus Polda Papua telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus penyebaran video porno tersebut yang berinisial AZ dan penanganan kasus tersebut sudah memasuki tahap satu.

”Apabila dari hasil pemeriksaan berkas perkara oleh jaksa penuntut umum dinyatakan lengkap, penyidik akan melakukan langkah selanjutnya, yaitu tahap II. Dalam tahap kedua akan ada penyerahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum. Kami akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut,” katanya.

Ia pun mengimbau agar warga di seluruh wilayah Papua tidak sembarangan menyebarkan video porno di media sosial agar terhindar dari jeratan pelanggaran Undang-Undang ITE.



Anthon Raharusun selaku kuasa hukum Bupati Mimika berinisial EO mengatakan, pihaknya menghargai keputusan penyidik yang menetapkan kliennya dalam kasus tersebut. Anthon pun menyatakan pihaknya akan mengambil upaya hukum karena EO dinilai tidak bermaksud dalam menyebarkan video tersebut.

”Beliau tidak mempunyai tujuan sama sekali untuk menyebarkan video tersebut demi menjatuhkan nama baik seseorang. Ia hanya bermaksud meminta klarifikasi kepada anggota di grup media sosial tersebut terkait video yang melanggar norma kesusilaan ini,” ungkap Anthon.




 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama